 |
| Tenun Ikat Flores |
Banyak warisan tradisional yang merupakan
kekayaan budaya leluhur yang patut kita lestarikan. Diantaranya adalah tenun ikat. Siapa lagi yang akan melestarikan bila bukan
generasi sekarang ini, sebelum terlanjur punah atau kita harus melihatnya di
museum negara lain, atau akan sangat miris bila di claim negara lain sebagai
warisan mereka, karena ketidak pedulian kita.
Ternyata banyak daerah di Indonesia yang
menghasilkan kerajinan tenun ikat antara lain Bali (Tenun Ikat Gringsing), Batak
(Ulos), Garut (Tenun Garutan), Jepara (Tenun Ikat Troso), Kalimantan (Tenun
Sambas/Kain Lunggi, Lampung (Tapis), Palembang (Tenun Songket), Timor-Timur
(Tenun Biboki), Toraja (Tenun Toraja), NTT dan masih banyak lagi.
Sedikit ulasan mengenai ragam tenun dari NTT.
Menarik dibahas karena NTT paling kaya dengan
ragam tenun karena memiliki 20 kabupaten dan satu kota yang dihuni oleh 15 suku
atau etnis tertentu, dengan adat dan kebudayaan masing-masing, tentunya dengan
kreasi tenun yang berbeda-beda, terlihat dari corak hias atau motif tenunannya. Dan biasanya penamaan kain tenun berdasarkan
nama daerah atau kabupatennya.
Bila dilihat dari cara pembuatannya, Tenun NTT
terbagi menjadi 3 jenis yaitu :
1. TENUN
IKAT dimana pembentukan motifnya dari proses pengikatan benang yang kemudian di
celup warna dan bagian yang tidak diikat akan menyerap warna lebih banyak.
Hampir semua
wilayah NTT memiliki kerajinan tenun ikat dengan motif khasnya masing-masing
kecuali kabupaten Manggarai dan sebagian kabupaten Ngada.
2. TENUN
BUNA
Istilah dari
daerah Timor Tengah Utara, dimana dalam proses menenun menggunakan benang yang
telah diwarnai terlebih dahulu. Benang
tersebut kemudian ditenun untuk membentuk motif yang berbeda-beda.
Kain Tenun Buna
meliputi daerah Kupang, Belu serta Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara
3. TENUN
LOTIS / SOTIS
Dari tampilannya
mirip dengan tenun songket. Proses pembuatannya sama dengan Tenun Buna yaitu
menggunakan benang yang telah diwarnai terlebih dahulu. Perbedaannya terletak pada perpaduan antara
menenun dan menyulam sehingga motifnya akan terlihat seperti 3 dimensi.
Kain tenun ini
banyak ditemukan didaerah Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara,
Belu, Alor, Flores Timur, Lembata, Sikka, Ngada dan Manggarai
 |
| Tenun Pahiku Sumba |
Variety of Kain
Tenun Ikat
Many traditional heritage which is the
ancestral cultural wealth are things we should preserve. Among them are kain tenun ikat. Who else is going to preserve this if it is not our generation. Before it is extinct or already in the museum of other countries,
or we
will be very sad if
other countries claim as their heritage, because our ignorance, we must preserve our heritage.
Apparently, there are a lot of areas
in Indonesia which produce kain tenun
such as
Bali (Tenun Ikat Gringsing), Batak (Ulos), Garut (Tenun Garutan), Jepara (Tenun
Ikat Troso), Kalimantan (Tenun Sambas/Kain Lunggi, Lampung (Tapis), Palembang
(Tenun Songket), Timor-Timur (Tenun Biboki), Toraja (Tenun Toraja), NTT and many more.
A little review on the various kain tenun
of NTT (Nusa Tenggara
Timur)
NTT is an interesting discussion because it has the most
variety of kain tenun
because it has 20 districts and one city inhabited by 15 tribes or ethnic, the
customs and cultures of each, of course, with the creation of different kain tenun, can be seen from ornamental
pattern or motif brocade. And the naming of kain tenun usually
by its
regional or district origin.
Catagorized by
the ways of making, kain tenun
NTT divided into 3 types:
1. Tenun ikat
The
formation of motifs from
binding the thread which is then dyed. Parts that are not binded will absorb more
color.
Almost all areas in
NTT have tenun ikat with each distinctive motif except
Manggarai district and some of Ngada
district.
2.
Tenun Buna
It is the the term in
Northern
Central Timor, where the process of weaving using thread that has been dyed in the first
place. The thread
then is
woven to form different motifs.
Places of Kain tenun Buna
include Kupang, Belu,
Eastern
Central Timor,
and Northern
Central
Timor
3. Tenun
Lotis / Sotis
From the looks is similar to tenun songket. The manufacturing process is the
same as tenun
Buna that using thread that has been dyed
first. The difference lies in the combination of weaving and embroidery so the
motive will look like 3D.
These
kinds
are widely found in Kupang, Eastern Central Timor, Northern
Central Timor, Belu, Alor, East Flores, Lembata, Sikka, Ngada and Manggarai.
 |
| Tenun Ikat Flores |